Suasana Ini Membuat Apri/Fadia Merasa Terharu, Ketika Didukung Suporter Malaysia di Kuala Lumpur

Ada suasana yang membuat Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti atau biasa disapa Apri/Fadia terharu saat tampil di final Malaysia Open 2022. Suasana yang membuat haru Apri/Fadia adalah ketika penonton di Axiata Arena kompak mendukung mereka. Apri/Fadia pun merasa main di rumah sendiri. Bahkan teriakan “Indonesia, Indonesia!” menggema di seluruh stadion.

“Hari ini kita seperti main di rumah sendiri, terima kasih untuk semua penonton di Axiata Arena. Juga terima kasih kita kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mendukung kita dari rumah,” ujar Apri dikutip dari pbsi.id. Apri/Fadia menjalani pertarungan yang sengit kontra pasangan China, Zhang Shu Xian/Zheng Yu di partai final. Ganda putri harapan masa depan Indonesia itu menang rubber game, 21 18, 12 21, 21 19 dalam durasi waktu 71 menit.

Apri mendedikasikan gelar juara yang diraihnya untuk PBSI, pelatih, Greysia Polii, keluarga, dan lain lainnya. “Gelar juara ini untuk PBSI, pelatih, Kak Greysia (Polii), keluarga, dan semua orang orang tercinta dan tersayang,” kata Apri. Siti Fadia Silva Ramadhanti atau biasa dipangil Fadia mengungkapkan janjinya setelah menjuarai Malaysia Terbuka.

Dipasangkan dengan Apriyani Rahayu atau Apri, pasangan Apri/ Fadia ini melesat menjadi kekuatan baru ganda putri. Fadia merasa senang bisa dipasangkan dengan Apri, meski pada awalnya Apri sempat cedera sehingga debut mereka sempat tertunda. Janji Fadia adalah dia akan terus belajar setelah menjuarai Malaysia Open 2022.

“Rasanya sangat senang karena di awal pas mau dipasangkan, Kak Apri ada sedikit cedera. Jadi harus menunda debut" kata Fadia. "Tapi alhamdulillah saat partneran di empat pertandingan pertama bisa langsung juara SEA Games dan sekarang juara World Tour. Semoga ke depan makin percaya diri, makin baik lagi dan saya akan terus belajar,” janji Fadia dikutip dari situs pbsi.id. Apri/Fadia menjalani laga sengit kontra pasangan China, Zhang Shu Xian/Zheng Yu di partai final.

Mereka menang rubber game, 21 18, 12 21, 21 19 dalam durasi waktu 71 menit. “Tadi di pertandingan kita sama sama pressure, tegang pastinya. Terutama di gim ketiga kita unggul satu dan dua poin terus mereka terus mengejar". "Tetapi coba kita lawan dengan komunikasi dan saya yakin saja kalau mereka tidak bisa mengembalikan pukulan kita. Saya terus tekankan seperti itu ke Fadia, satu poin demi satu poin. Kuncinya adalah kesabaran,” jelas Apri.

“Mereka juga terlihat tegang. Jadi saya mikirnya ketika unggul tipis itu, tidak apa buang satu poin tapi harus dapat satu poin lagi,” sambung Fadia. Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti atau biasa disapa Apri/Fadia mengaku belum puas usai juara Malaya Open 2022. Apri/Fadia merupakan pasangan yang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.

Baru dipasangkan beberapa bulan lalu, Apri/Fadia sudah biasa menembus final dan Malaysia Open adalah gelar World Tour pertama mereka. Apri/Fadia meraih gelar hanya setelah mengikuti tiga turnamen. mereka pun bersyukur bisa juara di Malaysia Open 2022. “Alhamdulillah, kita memang ingin juara. Setiap pertandingan pasti ada target dan hari ini tercapai menjuarai Malaysia Open," kata Apri/Fadia dikutip dari situs resmi pbsi.id.

"Tapi kami belum berpuas diri. Masih ada Malaysia Masters minggu depan, kita harus menyiapkan lagi. Perjalanan kami baru dimulai, ketika turun dari podium kita balik dari nol lagi,” ucap Apri. Apri/Fadia berhasil mencapai podium tertinggi di turnamen Super Series 750 itu dengan mengalahkan pasangan China, Zhang Shu Xian/Zheng Yu. Bertanding dalam durasi 71 menit, Apri/Fadia menang melalui rubber game atas Zhang/Zheng 21 18, 12 21 dan 21 19.

Setelah Malaysia Open 2022, pekan depan Apri/Fadia akan melanjutkan perjuangan mereka di ajang Malaysia Masters 2022 yang akan dimulai pada Selasa (5/7/2022).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous post KLARIFIKASI Mantan Wamenlu Dino Patti Usai Kritik Misi Damai Jokowi ke Rusia
Next post Besok Bareskrim Limpahkan Tersangka Doni Salmanan & 141 Barang Bukti ke Kejari Bale Endah Bandung